Jumat, 24 Juni 2016

SYAIR MALAM JUMAT DI KALA PURNAMA


Termenung aku menatap bayang di tengah siluet sang surya senja….
Perlahan ia turun dengan siluet sinarnya seolah menyentuh tanah bumi pertiwi ini

Malam pun tiba…..

Dewi Luna menyambutku,
tak hanya aku, sudah pasti setiap insan yang bernafas di muka bumi ini….
Ia tersenyum anggun nan cerah… Cahayanya yang elegan….
Kali ini matanya bulat bersinar….
Elok, eksotis, berwibawa….
Lalu kau panggil ia purnama,

Tapi entah mengapa malam ini terasa begitu aneh
Mencekam, tak biasa….
Namun realistis tak ada firasat apapun…
Dan aku selalu tak pernah menuruti firasat…

Sedari tadi bayang itu terus menemaniku….
Tak kusangka bayang itu membuatku seolah kembali ke masa lalu,

Ketika itu…

Di kampung halaman saat aku masih bocah belia….
Di malam yang sama ketika Dewi Luna tersenyum cerah….
Kulihat sosok….
Berjalan terseok-seok, tanpa arah, dan ragu…

Apa yang terjadi?

Kudengar pula rintihan gadis muda itu….
Perlahan ia menghampiri….
Di balik tatapan matanya yang sayu namun kosong….
Menyiratkan kisah pilu yang tak mampu kujawab….
Rambut panjang lurus yang bergelombang bagian bawahnya dan tergerai memahkotai kepalanya,
menghiasi parasnya yang manis…
Bak aliran Rambut Moyo yang arusnya bergelombang tenang dan tersinari cahaya mentari,
mengalir dalam pesona keindahan Puspo…
Ia sujud padaku…
Aku tak tahu mengapa?
Tapi dia masih menangis…

Ia pun kembali dengan darah yang masih menetes….
Aku hanya bisa terkejut dan bingung !
Ada apa gerangan ?

Tiba-tiba ia bangkit,
Memberi senyuman misteri dan pamit…
bak hendak pergi tuk selamanya
Lalu sekejap ia menghilang di tengah gelapnya malam Jumat …


Seorang wanita tua datang dan menyampaikan suatu aib rahasia,
Perbuatan yang tak pantas ia lakukan !
Baru saja ia bunuh janin dalam rahim gadis itu
namun tak sadar ia merampas nyawanya…
Sungguh bejat !!!!
 



ditulis di Probolinggo pada Sukra Wage 10 Juli 2009 pukul 00:34
digubah kembali di Malang pada Sukra Kliwon 24 Juni 2016 pukul 00:35
oleh,

Lady Sion


Tidak ada komentar:

Posting Komentar