Rabu, 03 Agustus 2016
Kamis, 14 Juli 2016
SPESIFIKASI PRODUK
Manajemen Mutu dan Regulasi Pangan
Spesifikasi Pada Produk Chicken Nugget
Disusun oleh :
Kelas J
Lady Sion 105100100111023
Yayah Afriyah 125100109111001
Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan
Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Brawijaya
Malang
2012
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Deskripsi Produk
Nugget adalah suatu bentuk produk olahan daging yang terbuat dari daging giling yang dicetak dalam bentuk potongan empat persegi dan dilapisi dengan tepung berbumbu (battered dan braded). Nugget dikonsumsi setelah proses penggorengan rendam (deep fat frying). Nugget dibuat dari daging giling yang diberi bumbu, dicampur bahan pengikat, kemudian dicetak membentuk tertentu, dikukus, dipotong dan dilumuri perekat tepung (batter) dan diselimuti tepung roti (breading). Nugget digoreng setengah matang dan dibekukan untuk mempertahankan mutunya selama penyimpanan. Nugget merupakan salah satu bentuk produk makanan beku siap saji, yaitu produk yang telah mengalami pemanasan sampai setengah matang (precooked), kemudian dibekukan. Produk beku siap saji ini hanya memerlukanwaktu penggorengan selama 1 menit pada suhu 150º C. Tekstur nugget tergantung dari bahan asalnya.
Sejarah nugget yang pertama dibuat adalah dari daging ayam. Nugget yaitu produk olahan daging yang terbuat dari daging giling yang dicetak dan dilapisi dengan tepung roti. Nugget merupakan salah satu makanan beku siap saji. Salah satu faktor konsumen menyukai nugget adalah kepraktisan dalam penyajiannya sehubungan dengan gaya hidup masyarakat yang lebih cenderung menyukai hal-hal yang praktis. Alasan lainnya yaitu meskipun tergolong sebagai bahan makanan fast food, daging ayam yang diberi bumbu dan pelapis ini sangat kaya protein. Terdapat juga asam amino, lemak, karbohidrat, beberapa jenis vitamin dan mineral.
Badan Standarisasi Nasional (BSN) (2002) pada SNI 01-6638-2002 mendefinisikan nugget ayam sebagai produk olahan ayam yang dicetak, dimasak, dibuat dari campuran daging ayam giling yang diberi bahan pelapis dengan atau tanpa penambahan bahan makanan lain dan bahan tambahan makanan yang diizinkan.
Jenis-jenis nugget yang terdapat di pasaran, diantaranya yaitu :
a. Nugget ayam : terbuat dari gilingan daging ayam, merupakan produk yang paling banyak diproduksi.
b. Nugget ikan : terbuat dari gilingan daging ikan
c. Nugget sapi : terbuat dari gilingan daging sapi
Kami lebih memilih nugget sebagai produk olahan karena memiliki banyak keunggulan. Seperti dapat disimpan dalam jangka waktu panjang (1-2 minggu atau lebih) dengan cara dimasukkan dalam freezer. Tergantung pula penambahan jenis pengawetnya atau tidak. Selain itu praktis. Jika dibutuhkan nugget langsung digoreng dengan waktu yang sangat cepat dan siap disajikan. Keunggulan lainnya nugget ini bisa menjadi penyemangat sang buah hati yang susah makan dengan cara nugget tersebut dibentuk sedemikian rupa menjadi bentuk yang menarik bagi anak-anak seperti huruf atau bentuk animasi lainnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhui proses pengolahan terhadap nugget yang dihasilkan :
a. Jenis dan kesegaran daging ayam : Daging ayam yang digunakan sebaiknya berdaging merah segar dan kenyal.
b. Penyimpanan pada suhu rendah : Penurunan suhu akan mengakibatkan penurunan proses kimia, mikroorganisme, dan biokimia yang berhubungan dengan kerusakan (decay), pembusukan dan lain-lain. Oleh karena itu, suhu penyimpanan harus dikontrol (Rahmadani, 2011).
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Bahan Baku Produk
Bahan baku pada proses pembuatan nugget ayam menggunakan bahan baku utama dan bahan baku pendamping. Bahan baku utama yang di gunakan untuk proses pembuatan nugget ayam yaitu menggunakan daging ayam . Menurut SNI 3924:2009 karkas merupakan bagian tubuh ayam setelah dilakukan penyembelihan secara halal sesuai dengan CAC/GL 24-1997, pencabutan bulu dan pengeluaran jeroan, tanpa kepala, leher, kaki, paruparu, dan atau ginjal, dapat berupa karkas segar, karkas segar dingin, atau karkas beku. Namun pada suatu industri olahan daging sebagian besar menggunakan bahan baku karkas beku supaya bahan baku lebih awet dan tahan lama. Karkas segar yaitu karkas yang diperoleh tidak lebih dari 4 jam setelah proses pemotongan dan tidak mengalami perlakuan lebih lanjut.
Karkas beku menurut SNI 3924:2009 yaitu karkas segar yang telah mengalami proses pembekuan di dalam blast freezer dengan temperatur bagian dalam daging minimum -12 °C. Syarat mutu bahan baku yang ditetapkan mengacu pada SNI 3924:2009 tentang mutu karkas dan daging ayam yang dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Persyaratan Tingkat Mutu Fisik Karkas berdasarkan SNI 3924:2009
|
No
|
Faktor Mutu
|
Tingkatan Mutu
|
||
|
Mutu I
|
Mutu II
|
Mutu III
|
||
| 1 | Konformasi | Sempurna | Ada sedikit kelainan pada tulang dada atau paha | Ada kelainan pada tulang dada dan paha |
| 2 | Pendagingan | Tebal | Sedang | Tipis |
| 3 | Perlemakan | Banyak | Banyak | Sedikit |
| 4 | Keutuhan | Utuh | Tulang utuh, kulit sobek sedikit, tetapi tidak pada bagian dada | Tulang ada yang patah, ujung sayap terlepas ada kulit yang sobek pada bagian dada |
| 5 | PerubahanWarna | Bebas darimemar danatau “freezeburn” | Ada memar sedikit tetapi tidak pada bagian dada dan tidak “freeze burn” | Ada memar sedikit tetapi tidak ada “freeze burn” |
| 6 | Kebersihan | Bebas dari bulutunas (pinfeather) | Ada bulu tunas sedikit yang menyebar, tetapi tidak pada bagian dada | Ada bulu tunas |
*freeze burn : perubahan warna pada daging akibat kontak dengan
permukaan yang sangat dingin, dibawah temperatur -18 derajat celsius.
Selain itu dilakukan pengawasan mutu secara visual dengan melihat warna, aroma, penampakan, kekenyalan, kondisi kemasan dan kondisi transportasi, pada daging yang dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Pengawasan mutu bahan baku secara visual
|
No |
Parameter Mutu
|
Kondisi Bahan Utama
|
|
|
Terima
|
Tolak
|
||
|
1 |
Warna | Merah daging ayam segar | Daging berwarna gelap |
|
2 |
Aroma | Khas daging ayam segar | Busuk menyengat |
|
3 |
Penampakan | Kering | Berlendir |
|
4 |
Kekenyalan | Kenyal | Kaku |
|
5 |
Kemasan | Tidak rusak dan robek | Rusak dan robek |
|
6 |
Transportasi | – Terdapat alat cek suhu/coolbox- Bersih, kering, bebas bau, bahaya kimia dan hama | – Tidak terdapat alat cek suhu- Kotor, basah, bau dan campur dengan bahan kimia |
Bahan baku pembantu yang digunakan pada proses pembuatan nugget ayam terdiri dari bahan pengikat, bahan pengisi dan bumbu-bumbu. Bahan baku pembantu terdiri dari minyak nabati untuk menggoreng produk supaya matang, fosfat untuk meningkatkan stabilitas emulsi dan daya ikat air dari daging, air (dalam bentuk air es) sebagai media pelarut dalam pencampuran bahan sehingga menjadi lembut, bahan pelapis (coater) yang terdiri dari batter dan breader. Batter yang digunakan umumnya berupa susu cair (milkwash) yang berfungsi untuk melapisi daging dan sebagai media perekat bagi breader. Sebelum digunakan untuk melapisi daging, milkwash harus diencerkan dengan air hingga mencapai viskositas (kekentalan) tertentu. Breader merupakan bahan pelapis yang berbentuk granula atau butiran-butiran kasar yang digunakan untuk melapisi produk setelah penambahan milkwash. Breader umumnya berupa tepung roti atau panir.
Bumbu-bumbu adalah bahan yang sengaja ditambahkan dan berguna untuk meningkatkan konsistensi, nilai gizi, cita rasa, mengendalikan keasaman dan kebasaan, memantapkan bentuk dan rupa produk. Pembuatan nugget memerlukan bahan pembantu yaitu garam, gula, bawang putih dan merica. Bumbu (spices) yang ditambahkan pada pembuatan nugget ayam sangat bervariasi antar produsen, tetapi umumnya terdiri dari garam dan rempah-rempah. Garam dapur berfungsi sebagai pemberi cita rasa dan pengawet produk. Rempah-rempah yang digunakan merupakan campuran dari bawang putih, bawang merah, ketumbar, lada dan flavor ayam. Semua bahan tersebut sudah dapat diperoleh dalam bentuk bubuk, sehingga sangat praktis dalam penggunaannya. (Astawan. 2012)
Parameter mutu yang diinginkan pada bahan pembantu dilakukan pengawasan mutu secara visual dengan melihat warna, aroma, karakteristik bahan tambahan yang digunakan untuk proses pembuatan nugget ayam, dapat dilihat pada tabel 3.
Tabel 3. Parameter mutu pada bahan-bahan pembantu untuk produksi nugget
|
No
|
Bahan Pembantu
|
Kondisi Bahan Tambahan
|
|
|
Terima
|
Tolak
|
||
|
1
|
Minyak goreng nabati | jernih,bersih,aroma khas minyak. | mengendap,kotor dan berbau tengik |
|
2
|
Susu cair | aroma khas susu, warna putih. | aroma basi, warna keruh |
|
3
|
Tepung terigu | Tepung keadaan bersih, warna putih, tidak menggumpal | Tepung keadaan kotor, warna kusam, menggumpal. |
|
4
|
Tepung roti/ panir | Tepung keadaan bersih, granula seragam, tidak menggumpal. | Tepung keadaan Kotor, granula tidak seragam, menggumpal. |
|
5
|
Garam | Warna putih, rasa khas garam (asin) | Warna keruh, rasa menyimpang (tidak asin) |
|
6
|
Gula | Rasa khas gula (manis) | Rasa menyimpang (tidak manis) |
|
7
|
Merica | Aroma khas merica | Aroma menyimpang (tidak beraroma merica) |
|
8
|
Bawang merah | Segar, tidak busuk | Layu dan busuk |
|
9
|
Bawang putih | Segar, tidak busuk | Layu dan busuk |
|
10
|
Lada | Aroma khas lada | Aroma menyimpang (tidak beraroma lada) |
|
11
|
Kaldu ayam | Rasanya khas daging ayam | Menggumpal, rasanya bukan khas daging ayam |
|
12
|
Telur | Kondisi telur bersih, halus, cangkangnya tidak retak, dan bentuknya normal. Putih telur bersih dan kental. Sedangkan kuning telurnya bersih, berbentuk bulat, tidak bergerak-gerak, dan terletak di tengah telur. Batas antara putih telur dan kuning telur tidak terlihat jelas. | Cangkang telur sedikit retak dan mungkin bentuknya abnormal. Putih telur sudah encer sehingga kuning telur bebas bergerak. Ada sedikit bercak atau noda darah pada kuning telur dan kuning telur sudah melebar. |
2.2 Proses Pembuatan Nugget Ayam
Berikut ini dijelaskan tentang proses pembuatan nugget ayam.
- Pertama adalah pilihlah bagian karkas yang segar dan yang telah dibersihkan dari jeroannya lalu dicuci terlebih dahulu hingga bersih kemudian daging ayam yang siap diolah tadi dihaluskan dengan meat grinder setelah itu campurkan daging yang telah dihaluskan tadi dengan seluruh bahan-bahan tambahan lainnya yang telah ditumis seperti garam, merica, bawang merah, bawang putih, lada, kaldu ayam. Kemudian diuleni hingga merata dan terbentuklah adonan. Adonan dimasukkan ke dandang dan dikukus selama 30 menit lalu dinginkan (anonymous, 2012). Setelah didinginkan, adonan tersebut dibentuk sesuai selera lalu dicelupkan ke dalam susu cair dan digulingkan ke tepung terigu berikutnya celup rata pada telur kemudian gulirkan pada tepung roti beberapa kali.
- Dan berikutnya adalah tahap pemasakan. Pemasakan untuk nugget ada yang dilakukan 2 tahap untuk hasil fullycooked, yaitu penggorengan (par-frying) dan pengovenan, atau hanya dilewatkan penggorengan saja. Penggorengan dilakukan dengan merendam produk pada minyak goreng panas selama beberapa saat (anonymous, 2008).
- Setelah dilakukan pemanasan nugget dikukus ke dalam oven. Pada tahap ini, nugget diberi uap jenuh panas/steam sehingga mengalami pematangan penuh. Proses ini juga berguna untuk membantu memperbaiki tekstur pada produk akhir. Tahap selanjutnya nugget dibekukan dengan mesin pembeku individual quick freezing (IQF) sampai membeku sempurna (anonymous, 2008).
- Terakhir, nugget yang telah beku tersebut siap untuk dikemas (anonymous, 2008).
2.3 Desain Pengemasan Produk
Pengemasan produk nugget menggunakan kemasan plastik jenis LLDPE (Linear Low Density Poly Ethilen). Produk nugget yang sudah dimasukkan ke dalam plastik yang sudah diberikan tanggal produksi dan tanggal kadaluarsa, sehingga siap untuk dikemas secara vakum.
Finish product memiliki suhu yang rendah. Bersamaan dilakukannya proses pengemasan dilakukan proses pemeriksaan produk melalui metal detector. Selanjutnya finish product disimpan dalam gudang finished goods dengan suhu -18°C sehingga umur simpan nugget dapat mencapai satu tahun.
Prinsip kerja alat pengemas vakum yaitu produk yang telah dikemas, kemudian dimasukkan ke dalam mesin tersebut, lalu ditutup dan pada saat produk dengan kemasan didalam alat pengemas vakum, maka akan terjadi pengeluaran udara dari dalam kemasan yang kemudian dihisap sampai udara yang terdapat didalam kemasan benar-benar vakum dan kemudian terjadi proses sealing.
BAB III
KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapat dari proses pembuatan nugget ini antara lain :
Nugget adalah salah satu bentuk produk makanan beku siap saji, yaitu produk yang telah mengalami pemanasan sampai setengah matang (precooked), kemudian dibekukan sehingga saat pemasakan hanya perlu waktu 1 menit pada suhu 150º celcius.
Nugget merupakan salah satu produk olahan yang memiliki banyak keunggulan seperti praktis dan siap saji serta dapat disimpan dalam jangka waktu panjang (1-2 minggu atau lebih) dengan cara dimasukkan dalam freezer.
Daging ayam diolah menjadi nugget untuk mencegah kurang matangnya daging ayam ketika dimasak dengan cara biasa seperti digoreng ataupun direbus dan meningkatkan daya tarik konsumen.
Pembuatan nugget ayam dilakukan melalui beberapa proses yang terdiri atas penggilingan daging ayam, pencampuran dengan bumbu dan bahan lainnya, pencetakan adonan, pengukusan, pengirisan, pelumuran tepung roti, penggorengan, dan pembekuan. Dimana bahan utamanya adalah daging ayam yang telah dipisahkan dari tulang dan serat-seratnya agar memudahkan dalam proses penghancuran.
Pengemasan yang sesuai untuk produk nugget adalah menggunakan kemasan plastik jenis LLDPE (Linear Low Density Poly Ethilen). Prinsip kerja alat pengemas vakum yaitu produk yang telah dikemas dimasukkan ke dalam mesin pengemas, lalu ditutup dan pada saat produk yang telah dikemas dimasukkan di dalam alat pengemas vakum, terjadi pengeluaran udara dari dalam kemasan yang kemudian dihisap sampai udara yang terdapat didalam kemasan benar-benar vakum dan kemudian terjadi proses sealing.
Selasa, 12 Juli 2016
SEJARAH KETUPAT
Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda Lebaran dan bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.
Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat.
Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan.
Laku papat artinya empat tindakan.
Ngaku Lepat.
Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa.
Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.
**Laku Papat**1. Lebaran.
2. Luberan.
3. Leburan.
4. Laburan.
**Lebaran**
Sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa.
**Luberan**
Meluber atau melimpah, ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.**Leburan**
Sudah
habis dan lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena
setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.
**Laburan**
Berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.
FILOSOFI KUPAT - LEPET
- KUPAT
Kenapa mesti dibungkus janur?
Janur, diambil dari bahasa Arab Ja'a nur (telah datang cahaya).
Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat hati manusia.
Saat
orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti kupat yang
dibelah, pasti isinya putih bersih, hati yang tanpa iri dan dengki.
Kenapa? karena hatinya sudah dibungkus cahaya (ja'a nur).
- LEPET
Lepet = silep kang rapet.
Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita kubur/tutup yang rapat.
Jadi
setelah ngaku lepat, meminta maaf, menutup kesalahan yang sudah
dimaafkan, jangan diulang lagi, agar persaudaraan semakin erat seperti
lengketnya ketan dalam lepet.
Kamis, 07 Juli 2016
Jumat, 24 Juni 2016
SYAIR MALAM JUMAT DI KALA PURNAMA
Termenung aku menatap bayang di tengah siluet sang surya senja….
Perlahan ia turun dengan siluet sinarnya seolah menyentuh tanah bumi pertiwi ini
Malam pun tiba…..
Dewi Luna menyambutku,
tak hanya aku, sudah pasti setiap insan yang bernafas di muka bumi ini….
Ia tersenyum anggun nan cerah…
Cahayanya yang elegan….tak hanya aku, sudah pasti setiap insan yang bernafas di muka bumi ini….
Kali ini matanya bulat bersinar….
Elok, eksotis, berwibawa….
Lalu kau panggil ia purnama,
Tapi entah mengapa malam ini terasa begitu aneh
Mencekam, tak biasa….
Namun realistis tak ada firasat apapun…
Dan aku selalu tak pernah menuruti firasat…
Sedari tadi bayang itu terus menemaniku….
Tak kusangka bayang itu membuatku seolah kembali ke masa lalu,
Ketika itu…
Di kampung halaman saat aku masih bocah belia….
Di malam yang sama ketika Dewi Luna tersenyum cerah….
Di malam yang sama ketika Dewi Luna tersenyum cerah….
Kulihat sosok….
Berjalan terseok-seok, tanpa arah, dan ragu…
Berjalan terseok-seok, tanpa arah, dan ragu…
Apa yang terjadi?
Kudengar pula rintihan gadis muda itu….
Perlahan ia menghampiri….
Di balik tatapan matanya yang sayu namun kosong….
Menyiratkan kisah pilu yang tak mampu kujawab….
Rambut panjang lurus yang bergelombang bagian bawahnya dan tergerai memahkotai kepalanya,
menghiasi parasnya yang manis…
Bak aliran Rambut Moyo yang arusnya bergelombang tenang dan tersinari cahaya mentari,
mengalir dalam pesona keindahan Puspo…
Ia sujud padaku…Perlahan ia menghampiri….
Di balik tatapan matanya yang sayu namun kosong….
Menyiratkan kisah pilu yang tak mampu kujawab….
Rambut panjang lurus yang bergelombang bagian bawahnya dan tergerai memahkotai kepalanya,
menghiasi parasnya yang manis…
Bak aliran Rambut Moyo yang arusnya bergelombang tenang dan tersinari cahaya mentari,
mengalir dalam pesona keindahan Puspo…
Aku tak tahu mengapa?
Tapi dia masih menangis…
Ia pun kembali dengan darah yang masih menetes….
Aku hanya bisa terkejut dan bingung !
Ada apa gerangan ?
Tiba-tiba ia bangkit,
Memberi senyuman misteri dan pamit…
bak hendak pergi tuk selamanya
Lalu sekejap ia menghilang di tengah gelapnya malam Jumat …
Seorang wanita tua datang dan menyampaikan suatu aib rahasia,
Perbuatan yang tak pantas ia lakukan !
Perbuatan yang tak pantas ia lakukan !
Baru saja ia bunuh janin dalam rahim gadis itu
namun tak sadar ia merampas nyawanya…
namun tak sadar ia merampas nyawanya…
Sungguh bejat !!!!
ditulis di Probolinggo pada Sukra Wage 10 Juli 2009 pukul 00:34
digubah kembali di Malang pada Sukra Kliwon 24 Juni 2016 pukul 00:35
oleh,
digubah kembali di Malang pada Sukra Kliwon 24 Juni 2016 pukul 00:35
oleh,
Lady Sion
Kamis, 21 April 2016
Rabu, 06 April 2016
10 PETUAH BIJAK SEMAR
I. ★★Urip iku Urup.★★
♥♥Hidup itu merupakan nyala jiwa. Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi setiap orang disekitar kita.♥♥
II. ☆☆Memayu hayuning bawana, ambrasta dur hangkara.☆☆
♡♡Harus dan wajib hukumnya mengusahakan keselamatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan, serta memberantas sifat angkara murka, serakah, dan tamak.♡♡
III. ★★Sura dira jaya jayaningrat, leburing dening pangastuti.★★
♥♥Segala sifat keras hati, picik, dan angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati, dan sabar.♥♥
IV. ☆☆Ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sakti tanpa aji-aji, sugih tanpa bandha.☆☆
♡♡Berjuang tanpa perlu membawa massa, menang tanpa merendahkan/mempermalukan. Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan/kekuatan/kekayaan/keturunan. Kaya tanpa didasari hal-hal yang bersifat materi.♡♡
V. ★★Datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan.★★
♥♥Jangan gampang sakit hati manakala musibah atau hasutan menimpa diri. Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.♥♥
VI. ☆☆Aja gumunan, aja getunan, aja kagetan, aja aleman.☆☆
♡♡Jangan mudah terheran-heran, jangan mudah menyesal, jangan mudah terkejut pada sesuatu, jangan kolokan atau manja.♡♡
VII. ★★Aja ketungkul marang kalungguhan, kadonyan, lan kemareman.★★
♥♥Jangan terobsesi atau terpesona dengan kedudukan, materi, dan kepuasan duniawi.♥♥
VIII. ☆☆Aja kuminter mundak keblinger, aja cidra mundak celaka.☆☆
♡♡Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.♡♡
IX. ★★Aja milik barang kang melok, aja mangro mundak kendho.★★
♥♥Jangan tergiur dengan hal-hal yang tampak mewah, cantik, dan indah. Jangan berpikir gampang/plin-plan agar tidak kendur niat dan semangat.♥♥
X. ☆☆Aja adigang, adigung, adiguna.☆☆
♡♡Jangan sok kuasa, sok besar/kaya, sok sakti.♡♡
Langganan:
Komentar (Atom)





