"II Corinthians 6:14 “Do not be unequally yoked together with unbelievers. For what fellowship has righteousness with lawlessness? And what communion has light with darkness?"
"II Korintus 6:14 “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?"
Pacaran alkitabiah ngga’ sich?????
2 Korintus 6:14-18
Seringkali pertanyaan semacam itu muncul di
kalangan anak muda. Mari kita telusuri ke dalam Alkitab. Memang dalam
Alkitab cerita tentang pacaran tidak pernah disebutkan bahkan bentuk
hubungan pacaran yang kita kenal sekarang ini pun ngga’ pernah ada dalam
zaman Alkitab dulu. Alkitab hanya menyebutkan hubungan pranikah yang
ada di kalangan muda waktu itu adalah bentuk hubungan pertunangan.
Zaman emang udah berubah. Kita boleh aja ngikutin perkembangan zaman namun prinsip-prinsip kebenaran harus wajib kita pegang.
- Prinsip pertama –> Hubungan pacaran/pra nikah harus dengan tujuan menuju ke pernikahan . Kalau sekedar jalan ama pacar sekedar supaya ada gandengan saat malam minggu plus’ ada yg antar jemput tiap saat, kita udah salah dalam prinsip pertama ini. So, ngga’ ada istilahnya TTM = Teman Tapi Mesra or HTS = Hanya Teman Saja dalam hubungan pacaran anak-anak Tuhan. Kita harus jadi orang yg punya tujuan pasti, ngga’ sekedar “ngalir” n’ jalani hidup sesukanya.
- Prinsip kedua –> Hubungan pacaran harus dengan orang yg seimbang. “Cinta ngga’ kenal perbedaan”, ya begitulah kata orang. Tapi, soal kehidupan rohani ngga’ bisa begitu ! Terang ngga’ akan pernah bersatu dengan kegelapan. Pernikahan nantinya tuh ngga’ cuma sekedar hidup enak n’ menghasilkan anak. Kalau kita memilih untuk menikah dengan orang yang belum 'lahir baru', berarti kita memilih untuk mengatur rumah tangga kita sendiri tanpa pertolongan Tuhan. Padahal mana mampu kita mengatasi semuanya sendiri. Tanpa campur tangan Tuhan kita ngga’ akan bisa mengasihi dengan tulus. Maka berikutnya pernikahan akan beresiko terjadi extramarital affair (perselingkuhan) bahkan hingga terancam perceraian. Hal demikian karena tidak ada perdamaian dan ikatan yang mempersatukan.
- Prinsip ketiga –> Pacaran harus bisa jaga kekudusan. Biarpun zaman udah berubah, namun untuk urusan kekudusan ngga’ bisa ditawar-tawar lagi. Belajar jadi seperti keluarga Nuh yang berani tampil beda di tengah-tengah zaman dan angkatan yang sudah tidak karuan.
Kawan, saudara, dan kerabat saya yang seiman, tulisan ini saya buat
bukan untuk maksud menggurui tapi saya hanya ingin menuntun serta
mengingatkan kalian dan terutama saya sendiri untuk tetap berada di
jalan Tuhan yang tepat, benar, dan terarah. Tidak ada maksud menggurui apalagi sok
menasehati karena kita semua sama-sama saling membimbing.
(:O GOD BLESS US NOW, ALWAYS & FOREVER O:)
NB : Hanya untuk kalangan tertentu
Sumber referensi :
http://www.renungan-spirit.com/mudaremaja/pacaran.html


Tidak ada komentar:
Posting Komentar