Tak terasa kita telah memasuki bulan kedua di tahun 2013 ini. Ya, di Bulan Februari tahun ini memang terdapat dua hari yang istimewa yaitu Tahun Baru Imlek yang tepat dirayakan pada tanggal 10 Februari dan Valentine’s Day pada tanggal 14 Februari. Pemerintah di negara kita, Indonesia hanya memberi pengakuan hari istimewa tersebut hanya pada hari Raya Imlek saja yaitu pada tanggal 10 Februari sehingga pada tanggal tersebut oleh penanggalan Indonesia ditandai sebagai tanggal merah yang kebetulan Imlek tahun 2013 ini jatuh pada hari Minggu yang notabene juga memang tanggal merah alias hari libur. Namun tidak pada tanggal 14 Februari dan bahkan Valentine’s Day di negeri kita menjadi kontroversi karena beberapa masyarakat bahkan sekelompok ormas malah mempermasalahkannya, dengan alasan tidak sesuai dengan ajaran agama (Santama, 2012). Tetapi mohon maaf, yang saya bahas dalam postingan kali ini bukan tentang kontroversi terhadap Valentine’s Day karena nanti akan kita bahas lagi lain waktu di topik yang lain karena kali ini saya sudah konsisten dari awal tadi untuk memposting tentang sejarah Valentine’s Day terlebih dahulu agar para pembaca sekalian mengerti terlebih dahulu tentang sejarah hari Kasih Sayang tersebut.
Setelah diselidiki lebih dalam lagi. Ternyata ada beberapa versi dari sejarah Valentine’s Day ini. Namun yang di percaya menjadi cikal bakal terjadinya hari Valentine adalah perayaan festival Lupercalia. Festival ini sudah berlangsung sangat lama yakni terjadi pada zaman Kerajaan Romawi sekitar abad ke 3.
Perayaan festival Lupercalia dilaksanakan sekitar tanggal 13 hingga tanggal 18 Februari. Diawali dengan dilakukannya upacara persembahan untuk dewi cinta Juno Februata. Sementara tepat pada tanggal 14 Februari akan di lakukan sebuah permainan yang melibatkan para pemuda dan pemudi di wilayah kerajaan Romawi itu. Para pemuda pertama-tama akan mengundi nama nama gadis yang berasal dari dalam kota melalui sebuah kotak kaca. Nama gadis yang mereka dapatkan akan otomatis terpilih menjadi pasangannya selama setahun. Hal ini sebenarnya di lakukan untuk kesenangan dan juga sebagai objek hiburan. Namun, sering juga banyak pasangan yang jatuh cinta sungguhan dan akhirnya menikah. Sehari setelahnya para pemuda akan melecut gadisnya dengan menggunakan kulit binatang. Lecutan itu dipercaya akan meningkatkan kesuburan bagi para gadis.
![]() |
| Lukisan mozaik Santo Valentine |
Festival ini pun berkembang dan penguasa beserta para tokoh agama Romawi mengkombinasikannya dengan nuansa Kristen Katolik. Yang sekaligus menjadi agama kerajaan. Suatu waktu Romawi mengalami peperangan yang menyebabkan Kaisar Claudius II memerintahkan para pria dan pemuda untuk ikut bertarung di medan pertempuran. Namun, banyak pemuda yang berat meninggalkan kekasih dan keluarga mereka. Kaisar Claudius II pun membuat peraturan baru, untuk membatalkan semua pertunangan dan pernikahan di Romawi. Tentu saja keputusan ini mendapat banyak pertentangan keras dari berbagai pihak. Salah satunya adalah dari Pastor Valentine.
![]() | |
| Santo Valentine |
Valentine masih tetap menjalankan upacara pernikahan pasangan yang
datang kepadanya. Namun upacara tersebut dilakukan secara sembunyi
sembunyi. Kaisar Claudius II pun murka, ia memerintahkan menangkap
Valentine dan memenggal kepalanya. Valentine pun wafat tepat di tanggal
14 Februari tahun 270 Masehi. Demi mengenang kematiannya, nama Festival
Lupercalia pun di ganti menjadi Festival Valentine. Momentum itu pun
berkembang menjadi hari penting bagi seluruh pasangan di dunia.
![]() |
| Pemberkatan pernikahan oleh Santo Valentine |
Mulanya Hari Valentine hanya dirayakan di negara-negara barat. Namun seiring dengan perkembangan zaman dan pengaruh globalisasi akhirnya Valentine’s Day juga merambah ke Indonesia. Di Amerika Serikat kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828-1904) dari Worcester Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima dan semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan “Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary” (anonim, 2013).
Setiap negara merayakan Valentine’s Day dengan cara yang berbeda beda. Misalnya saja di Jepang, para gadis akan membuat sendiri cokelat dan memberikannya pada pemuda yang dia senangi pada Valentine’s Day. Cokelat itu disebut Giri-choko, dari kata giri (kewajiban) dan choco (cokelat). Mengapa disebut kewajiban? Ya, karena hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Lalu tepat satu bulan berikutnya pada tanggal 14 Maret yaitu White Day (Hari Putih) pemuda yang sudah mendapat cokelat pada hari Valentine diharapkan memberi sesuatu kembali (Iskandar, 2009).
![]() |
| Esther A. Howland |
Di Taiwan, sebagai tambahan dari Hari Valentine dan Hari Putih, masih ada satu hari raya lainnya yang mirip dengan kedua hari raya ini ditilik dari fungsinya. Namanya adalah “Hari Raya Anak Perempuan” (Qi Xi). Hari ini diadakan pada hari ke-7, bulan ke-7 menurut tarikh kalender kamariyah Tionghoa.
![]() |
| Salah satu design kartu ucapan Valentine karya Esther A. Howland |








Tidak ada komentar:
Posting Komentar