Senin, 09 Desember 2013

KETIKA ORANG MEDAN KEHAUSAN DI JOGJA


Pada waktu bulan liburan yang lalu si Tobing seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan asal Medan study tour๐Ÿ‘จ‍๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿ‘ง‍๐Ÿ‘ฆ๐Ÿ‘ซ๐Ÿ‘ญ๐Ÿ‘ฌ๐Ÿš ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah sampai di Malioboro pada jam 1 siang si Tobing naik becak dari Malioboro utk menuju ke ⛩๐ŸตKeraton Jogja๐Ÿต⛩ yang jaraknya lumayan jauh dan pada waktu itu udara Jogja juga cukup panas ☀ apalagi saat itu sedang puncak musim kemarau. Belum lagi setelah dari Keraton Jogja nanti rombongannya masih akan melanjutkan perjalanannya menuju Kaliurang ๐Ÿšž lalu ke ๐ŸŒฒ☘๐ŸŒฟTaman Nasional Gunung Merapi ⛰๐Ÿ€๐ŸŒณ. Perjalanan masih panjang namun Tobing sudah lelah dan kehausan ๐Ÿ˜“.Akhirnya si Tobing menghampiri ⚖๐Ÿงgerobak pedagang es cendol๐Ÿน๐Ÿ’ sambil mengelap keringat dan beristirahat. Namun kendala bahasa daerah menjadikan percakapannya dengan pedagang es cendol yg notabene org Jogja itu pun samar-samar.
TOBING :”Minta es cendol bu๐Ÿ˜…”(kata si Tobing dengan dialek Batak yg kental)
PEDAGANG CENDOL :”Mboten wonTEN den๐Ÿ˜€๐Ÿ–๐Ÿป”
TOBING :”Tak apalah tak pakai sanTAN๐Ÿ˜ƒ✋”
PEDAGANG CENDOL :”Sampun teLAS den๐Ÿ˜Œ”
TOBING :”Tak apalah bu tak pakai geLAS pakai mangkokpun jadilah๐Ÿ˜€✋”

Saking bingung&kesalnya si ibu pedagang cendol ngomong “Sampeyan iku EDAN nggih mas?๐Ÿ˜’”. Dengan gembiranya si Tobing menjawab “Waahhh….hebat benar ibu ini bisa tau saya dari MEDAN๐Ÿ˜ƒ”

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar